Friday
Simple Night
tibalah
ketika mata pun kosong
begitu putih, putih

lalu kau kumpulkan pula
pohon itu, lampu-lampu
rumah tua dan bintang

di langit, garis indigo
terciptalah segala malam
dalam tanganmu,

tanganmu, mungil
memilinnya, menyisipkan
semuanya itu

ke dalam hidungmu
seketika dan matamu
bercahaya, purnama


16 Mei 2008
 
Steven menulis pada 01:33 | buka halaman |


4 komentar:


  • At 27/5/08 12:32, Blogger fauzan2001

    stev, apakah setiap kata harus terikat dengan maknanya, sehingga setiap penikmat senantiasa terasosiasi dengan makna yang termaktub di Kamus Besar Bahasa Indonesia??? salam kenal.

     
  • At 27/5/08 12:35, Anonymous Anonymous

    sebelumnya terima kasih
    http://sakupuisi.blogspot.com/

     
  • At 27/5/08 12:36, Blogger fauzan2001

    thanx before

     
  • At 27/5/08 12:49, Anonymous Steven

    halo fauz. setiap kata memang selalu cenderung terikat dgn makna aslinya (yg kamu sebut termaktub di KBBI), tapi dalam pemakaiannya itu bisa lebih diluaskan lagi. misalnya dengan di asosiasikan dengan hal2 lain yg semaksud. misalnya yg paling sederhana: biru=sendu, tapi bagaimana pun itu tidak mutlak. Ah, lagi2 itu juga termaktub di KBBI. Jadi kata-kata itu sebenarnya hanya seperti sebagaimana engkau memakainya bersama kata2 yg lain. Salam..