Friday
Ada Sungai Dalam Hatimu
: Y

mengalirlah sungai dalam hatimu:

tempat arus-arus mengalir
di mana ikan-ikan berenang

tempat anak-anak bermain
di mana kapal-kapalan melintas

tempat orang-orang mengalun
di mana hati-hati terbawa

tempat sajadmu terhanyut
di mana . . .


31 Agustus 2007
 
Steven menulis pada 20:45 | buka halaman | 0 komentar
Sekolah Pagi
masih mengantuk pagi
begitu dingin dan sepi

elevator bertamasya sendiri
dari lantai ke lantai

: beria-ria


31 Agustus 2007
 
Steven menulis pada 09:13 | buka halaman | 0 komentar
Malam Pertama
gonggong sepi keras sekali
malam ini

: engkau terkejut

dan seketika seperti
ada yang dinanti-nanti

...


31 Agustus 2007
 
Steven menulis pada 08:42 | buka halaman | 0 komentar
Wednesday
Autumn
musim gugur
kalian lintasi jalan
sepanjang rimbun bukit timah
buku seketika resah:
kapan kita tiba?

musim gugur
jarum-jarum jam berlepasan
sepanjang lengang bukit timah
sekarang entah
siapa lagi mengantar kalian

kepada sang waktu?
: sia-sia


29 Agustus 2007
 
Steven menulis pada 23:01 | buka halaman | 0 komentar
Berita Pagi
: Alm. William Widjaja

pagi itu telah mengenalmu
sebagai cerlang merah embun
juga deru kicau-kicau burung

langit pun gelap
tanpa sanggup menatap

: telah datang malaikat!

dan jiwamu terangkat
meninggalkan tubuh
yang menjadi sepi
tiba-tiba


29 Agustus 2007

- turut berduka atas kepergiannya dalam kecelakaan lalulintas
 
Steven menulis pada 22:30 | buka halaman | 0 komentar
Monday
Kapankah Sebuah Kelahiran?
ketika Tuhan membuka sebuah buku baru
lalu menuliskan namamu di sampulnya


27 Agustus 2007
 
Steven menulis pada 09:43 | buka halaman | 2 komentar
Sunday
Airmata
: Raquella Renanda Natan

teberkatilah gulita dalam mata
menjadi redup, menjadi cahaya!

malam pun meninggi
semakin pekat sepi

(tepercik ke seluruh ruangan)

: seperti engkau telah gila
dan menjadi manusia


26 Agustus 2007
 
Steven menulis pada 23:22 | buka halaman | 0 komentar
Saturday
Jingga
: Louisa Zephania

temaram ke dalam jingga
kuning dan magenta

di antaranya engkau
mengumpulkan rasa rindu

senja pun kembali
membentuk komposisi

betapa sederhana musim
dan Louisa tersenyum


25 Agustus 2007
 
Steven menulis pada 02:50 | buka halaman | 0 komentar
Friday
Ketika Engkau
: Rio Gunawan

puisi resah menunggu
waktu pun sendirian saja
menatap ke dalam mu


24 Agustus 2007
 
Steven menulis pada 01:47 | buka halaman | 1 komentar
Monday
Sakit
curam ke dalam malam
perasaan semakin sekarat

dan kalian ucapkan
selamat tidur nyenyak


20 Agustus 2007
 
Steven menulis pada 01:53 | buka halaman | 1 komentar
Sunday
Pendoa
: anak-anak FA Hendra

setiap malam terdengar suara
dari dalam kamar: sebuah doa
yang khusyuk barangkali puisi

setiap malam terdengar suara
dari luar kamar: seorang malaikat
yang ingin parkir di tubuhnya


19 Agustus 2007
 
Steven menulis pada 22:58 | buka halaman | 2 komentar
Doa Sebelum Makan
entah apa yang didoakannya
sebelum makan
: panjang dan lama

apakah melepas syukur?
mungkin memesan berkat
yang belum terhidang

ya Bapa,
janganlah membawa kami
ke dalam pencobaan

tetapi lepaskanlah kami
dari kelaparan

amin


19 Agustus 2007
 
Steven menulis pada 22:18 | buka halaman | 0 komentar
Friday
Dinner
kini tiba saatnya
rasa lapar itu
mengecup pipimu

di atas meja perjamuan
Tubuh sudah dihidangkan
darahNya berkilau-kilau!

entah mengapa
saku ini tak pernah
mencapai 30 keping perak

engkau pun gentar
dan menjadi kenyang,
sejadi-jadinya


18 Agustus 2007
 
Steven menulis pada 21:28 | buka halaman | 0 komentar
Thursday
Sajak
saat pagi tiba ia senang sekali
menjelma menjadi embun pada daun
perciknya seolah butir-butir cahaya

pada siang hari ia menjelma bonsai
fotosintesa dan bertambah rimbun
hijau pun memancar dari setiap mata

saat senja tiba ia begitu gembira
menjelma menjadi elok putih camar
kicaunya bergema di garis-garis mambang

pada malam hari ia menjelma purnama
bersih tenang dan bertambah binar
senyapnya setiap sepi pasti bimbang

(sungguh, sejak semula ia hanya
ingin duduk dekat jendela dan
memandang langit hari itu)


16 Agustus 2007
 
Steven menulis pada 20:15 | buka halaman | 0 komentar
Wednesday
Puisi
biarkan aku kembali
menyusup ke dalam
senyap ruang tubuh
Mu


15 Agustus 2007
 
Steven menulis pada 11:23 | buka halaman | 0 komentar
Blue Connotation
sepi berkibar saja
menggelepar sendirian
memandang biru cakrawala
pada warna yang semakin
angkasa


15 Agustus 2007
 
Steven menulis pada 10:52 | buka halaman | 0 komentar
Ulangtahun
ulangtahun hanya menciptakan
getaran dan guncangan pada waktu

pulang dari ulangtahunmu
maut malah bertambah dekat rasanya


15 Agustus 2007
 
Steven menulis pada 10:45 | buka halaman | 0 komentar
Tuesday
Kaki Pelangi
: Louisa Zephania

telah terlukis dalam hati sebuah jejak kaki
dimana sudutnya berona warna-warni, tinggi
juga besar merupa tempat berlindung terhadap matahari
dan ketika hujan pun turun tiba-tiba, akan terjadi
sebuah lukisan yang tak habis diterjemahkan: pelangi


14 Agustus 2007
 
Steven menulis pada 22:11 | buka halaman | 0 komentar
Perjamuan Senja
sudah menjadi sebuah rumah
pada setiap kita
yang pintunya membukakan diri
selalu

mari merasuk!
dalam sebuah hangat senja
(kita melangkah masuk
tanpa perlu mengetuk)

kepada hidangannya
kita saling menyerahkan diri

dalam cawan anggur
yang lebih merah dari darah,
dalam tubuh roti
yang lebih kekal dari daging

: perjamuan,

sudahlah menjadi sebuah rumah
dimana padanya kita
ucapkan selamat tinggal
selalu


14 Agustus 2007
 
Steven menulis pada 11:04 | buka halaman | 0 komentar
Monday
Bercukur
sambil rambutnya dipangkas
ia mulai membaca puisi Jokpin

perlahan:
"ia membabat rasa damai
yang merimbun sepanjang waktu"

pencukur tersentak,
pasien terdiam seketika
seperti mengenang kecupan terakhir
dari Sang Damai

(sela)

sambil memangkas rambutnya
pencukur melanjutkan keheningan

bagai bersabda:
"aku akan mencukur lentik lembut bulu matamu
dan kalau perlu akan kupangkas daun telingamu"

pasien tersentak,
pencukur terdiam seketika
seperti mengenang jeritan terakhir
dari Sang Pasien


13 Agustus 2007
 
Steven menulis pada 21:28 | buka halaman | 0 komentar
Wednesday
Composition with Black and Grey

Composition with Black and Grey
photography
08 August 2007
 
Steven menulis pada 10:34 | buka halaman | 0 komentar
Tuesday
Hujan Sore
hujan sore itu
telah menyisakan rintik
rambut di kepalamu

menjadi taman kecil
tempat ingatan kita
lincah berlarian

genangan air,
katak, belalang
melompat: hup!

menjadi pondok kecil
tempat hati kita
riang berteduh

lukisan cinta,
coklat hangat
menggoda: hap!

hujan sore itu
telah menyisakan rintik
kenangan di pikiranmu


07 Agustus 2007
 
Steven menulis pada 18:29 | buka halaman | 2 komentar
Monday
Kepada Rambut
ke dalam hitamnya seperti malam
: sepi senang hinggap di sana terperam

ke dalam awutnya seperti ilalang
: cahaya kunang-kunang sungguh bintang!

dan kepalamu, entah tiba-tiba
sudah menjadi purnama


06 Agustus 2007
 
Steven menulis pada 11:31 | buka halaman | 0 komentar