Thursday
Empty room
ini penantian dalam ruang kosong dan
aku duduk seperti di sebuah busstop
ketika bus-bus berlalu dengan nomor
yang salah: cuma angka-angka belaka

seperti waktu sedang menelepon lalu
seorang bilang: salah sambung, bung!
aku yakin kau belum pernah mengganti
nomor apalagi mengubah nama, bukan?

suatu kali supir bus pernah bertanya
tentang nama dan saat kujawab
ia bilang aku hanya boleh menyebutkan
jalan (bukan nama siapa pun juga)

kucari saja peta untuk menemukan
nama dan nomor biar jalan ini dapat
benar menujumu di mana setiap langkah
terkumpul; di saat setiap hati padu

ini penantian dalam ruang kosong dan
kalau engkau ketuk pintu itu aku akan
bangkit seperti ketika bus telah tiba,
sebuah perjalanan yang menjemput kita


31 Maret 2011
 
Steven menulis pada 11:34 | buka halaman |


2 komentar: