Tuesday
Broken Anatomy
Broken Anatomy
Ink on paper
2009
 
Steven menulis pada 12:23 | buka halaman | 0 komentar
Saturday
Percakapan, 2
engkau bisa saja duduk di kursi beranda
sambil menyaksikan pagi ketika sinarnya
dengan lembut memantul pada sisian jalan

sebelum angin menerpa butir-butir cahaya
terbang bagaikan burung-burung kertas yang
engkau pernah lipat dari foto-foto usang

kenangan memang pandai menerjemahkan diri
melupakanmu, menjadi engkau berulang kali
barangkali engkau sudah tidak mengenalnya

barangkali ia akan mengunjungimu kembali
suatu pagi sambil menggenggam album foto
yang sangat ingin ditunjukkannya kepadamu

engkau seakan yakin ada yang hendak tiba
sedangkan burung kertas itu samar-samar
terus saja menggambarkan wajah seseorang


02 November 2009
 
Steven menulis pada 02:46 | buka halaman | 0 komentar
Sunday
Kotak surat
sering kali ia ingin tinggal dalam kotak surat
di jalan kecil dekat rumahmu yang lengang
hanya untuk menantimu dengan bisu dan setia

barangkali engkau hanya lupa, katanya tenang
sebab baginya lupa hanyalah suatu jeda singkat
sebelum cinta ditulis pada penutup sebuah surat

perlahan ia mengerti akan misteri kotak surat
yaitu mata hitamnya tidak akan pernah terpejam
menerima setiap detik-detik kosong yang tiba

sungguh engkau tak tahu ia adalah kotak surat
di seberang rumahmu yang sering kau lewati
tempat kau temukan selalu: cemas yang terlipat

terlipat rapih, bagaikan surat, di dekat sana


11 Oktober 2009
 
Steven menulis pada 00:47 | buka halaman | 0 komentar
Friday
Kami Masih Terjaga
kami masih terjaga di gereja kecil ini
lampu kian remang dan mengerdip sesekali
membalas sahutan dari malam yang legam sepi

seperti hari kemarin Tuhan lembur lagi
dan ingin sekali kami buatkan secangkir kopi
tetapi Tuhan bilang Ia sedang ingin sendiri

barangkali, Ia sedang mengerjakan nasib kami
yang semakin menumpuk dan berserakan di lantai
juga doa panjang yang selalu terlambat sampai

Tuhan, kami terus berjaga di gereja kecil ini
kami ingin pulang bersamaMu sewaktu Engkau usai
ke sebuah rumah yang masih gagal kami cari


08 Oktober 2009
 
Steven menulis pada 00:04 | buka halaman | 1 komentar
Wednesday
Quality time

Quality time
Ink on paper
2009
 
Steven menulis pada 21:01 | buka halaman | 0 komentar
Saturday
Nothing is certain but memory
Nothing is certain but memory
Ink on paper
2009
 
Steven menulis pada 11:09 | buka halaman | 0 komentar
Walkway
I saw your dream in my eyes,
sparkle of bright shadows
and kaleidos who brought me
to a short unsolved walkway

o dreary eyes in a lantern
walk for me in the darkness
until my rest is dispatched
deep under your slumber

I saw my eyes in your dream
walk for me now


September 18, 2009




*kaleido: k kal(ós) beautiful + eîdo(s) shape
 
Steven menulis pada 11:06 | buka halaman | 0 komentar
Monday
I wish my arms could reach you
I wish my arms could reach you
Ink on paper
2009
 
Steven menulis pada 02:59 | buka halaman | 0 komentar
Wednesday
... I never say I don't love you (you can take everything)
... I never say I don't love you (you can take everything)
Ink on paper
2009
 
Steven menulis pada 22:16 | buka halaman | 0 komentar
Saturday
Earl Grey
malam sudahlah larut di dalam kamar
ketika pria itu menerka bahwa dirinya
adalah dirinya sendiri sambil memetik
helaian daun teh dari dalam ingatan

di atas meja tergambar pohon bergamot
dan membuat hujan dalam cangkir ingin
gerimis di atasnya namun ia curiga
kalau ada seseorang berteduh di sana

daun teh berguguran dalam genangan hujan
sedangkan pria itu kemudian lebih yakin
kalau ia adalah awan kecil yang menguap
dan mengapung di atas secangkir teh

malam sudahlah larut dan gerimis merintik
dalam sebuah gambar di dekat secangkir
teh hangat yang sedang menerka dirinya
adalah sebuah kamar, adalah seseorang itu


22 Agustus 2009





----------------------------------------------

Earl Grey

night had dissolved into this room
when a man thought he was
he himself at the same time plucked
some tea leaves from his mind

on a table drawn a bergamot tree
which made a cup of rain long to
fell on it but had suspected if there
was somebody shading beneath the tree

tea leaves was falling unto the rain pool
when the man after while became certain
that he actually was an evaporated
tiny cloud that floated above the tea cup

night had dissolved and it was drizzling
in a drawing near a warm cup of tea
whose thought itself was the room,
itself was that somebody


August 22, 2009
 
Steven menulis pada 10:57 | buka halaman | 1 komentar