Thursday
Toko Sepatu, 2
: Dedy Tri Riyadi

kita berangkat bersama
memandang ke sana,
puncak yang sederhana

tanpa sepatu, bukan?
dengan pensil saja dan
kertas kecil bekas tagihan

tak disangka
setelah sekian lama
engkau sudah di sana

kita memang butuh sepatu
supaya tidur tidak terganggu,
teriakmu

lebih baik punya toko sepatu!
bisa tidur di mana kau mau
tanpa malu-malu


28 Februari 2008
 
Steven menulis pada 21:23 | buka halaman |


0 komentar: