Wednesday
Penyair Gadungan
31.05.2006


Pada suatu hari tampak Pak Penyair
begitu frustasi dan ingin bersantai.
Maka pikniklah ia ke ragunan bersama
dengan celananya yang tua dan setia.
Sekedar untuk nampang, pastinya ia
tak akan lupa memoles ketampanannya.
Soalnya takut-takut juga jika ternyata
ada yang terlihat mirip dengannya
dan ia tidak mau mengambil resikonya.

Setelah jalan-jalan sejenak, penyair
itu begitu terkejut saat memandang ke
dalam salah satu kandang bertuliskan:
"penyair gadungan". Di sana tampaklah
sosok yang begitu persis bahkan lebih
berbakat daripada dirinya yang begitu
tengil.

Tiba-tiba penyair itu merasa
sangat nelangsa.
“Ayo, celana.
Kita nampang di rumah saja!”
 
Steven menulis pada 18:29 | buka halaman |


1 komentar: