Thursday
Pembuat Boneka
2005


Konon ada seorang penyair eksentrik mengaku
bahwa dirinya itu adalah pembuat boneka.
Eh, benar saja. Toh, setelah beribu-ribu tahun
ia berhasil juga membuat boneka sajak yang
penampakannya, paling tidak, cukup untuk
menakut-takuti dirinya sendiri.

Berdasarkan desas-desus yang ada, ternyata
ia hanya tinggal seorang diri saja. Di sebuah
pondok di mana pelangi biasa duduk dan
menemani penyair itu bercakap-cakap sambil
merapikan hujan.

Penyair begitu tekun merawat cita-citanya:
menciptakan boneka lucu dan menggemaskan.
Kalau perlu, ia juga akan membuat sebuah
teddy bear untuk menemani boneka menakutkan.
Sebab boneka itu sering terlihat cemberut dan
kadang-kadang suka menjerit-jerit sendiri.

Kini, penyair itu akhirnya wafat juga. Padahal
belum sempat juga ia wujudkan cita-citanya.
Jiwanya pun menjelma menjadi kupu-kupu malam:
ungkapan semangat yang masih belum.

Pelangi begitu cemerlang walau sangat pedih
hatinya. Boneka menakutkan berangsur lebur,
meratapi nasib penyairnya itu. Sedikit saja,
pelangi membagikan warna-warninya agar
kupu-kupu dapat menghibur gadis kecil yang
tak bisa tidur di tengah kegaduhan malam:
rintihan boneka sialan ciptaannya itu!!
 
Steven menulis pada 18:49 | buka halaman |


0 komentar: