Friday
Pertemuan
menguning sudah kupandangi Stasiun Newton
yang lelah dan keluh menanti segala pertemuan
dan mengawasi setiap perpisahan. betapa pilu
pula ketika aku pun menunggu di sini entah
untuk sesuatu yang lalu mengantarku pulang

seperti belum berdetik juga waktu sepanjang
stasiun kereta ini, semakin pekat malam dan
hujan akan turun kemudian di sepanjang jalan
sebelum sampai kuucapkan: selamat malam
kenangan, lekas culiklah aku hari ini juga

simpanlah aku di rumahmu yang teduh dari
segala penantian, peliharalah aku dengan
kasih sayangmu, aku bercakap sendiri hingga
terdengar pula yang datang memanggil namaku
lalu kutanyakan apakah engkau penjemputku,

wahai malaikat?


24 Oktober 2008
 
Steven menulis pada 21:47 | buka halaman |


2 komentar:


  • At 25/10/08 07:51, Blogger Bambang Saswanda Harahap

    seperti ada kemisterian dalam tulisan ini... ternyata saya mendapat jawab di bait terakhir.. susah di tebak.. pandai menyembunyikan makna.. ajari saya

     
  • At 25/10/08 09:39, Anonymous Anonymous

    thk sudah berpendapat. mungkin aku cuma bisa bilang ini, jangan mengunci pintu kamarmu ketika engkau sedang asik menulis di dalamnya

    nantikanlah selalu apa yg belum terlihat dan lewat kata, kita melapangkan maknanya =)