Wednesday
Bermain Sketsa #02
Tiket Pertunjukan Sirkus
Hasan Aspahani melempar 10 kata yang harus dimuat dalam sebuah puisi. Mereka adalah: misteri, mahkamah, darah, tambang, sirkus, kepiting, tembok, formulir, semangka dan tentara. Silakan disimak. Hehehe.


Tiket Pertunjukan Sirkus

Di zaman yang tak makin aman ini
aku ditantangan berbagai undangan,
salah satunya yang paling menggoda
adalah perlombaan makan semangka
dengan hadiah utama dua buah tiket
pertunjukan sirkus ternama.

Tanpa diduga ternyata tawaran ini
berhasil memikat banyak peserta,
dari pelajar sampai tentara,
semua bergegas tak mau kalah hingga
aku terancam kehabisan formulir.

Pertunjukan itu memang banyak diminati
karena atraksinya yang berbahaya seperti
duel harimau dengan penyairnya dan juga
pertandingan sepakbola antar malaikat.

Tak terasa, perlombaan pun berlangsung
secara singkat karena banyak yang gugur
mengundurkan diri. Sang pelajar teringat
biakan semangka dekat tembok belakang
rumahnya yang berhari-hari lupa disiram
hingga harus segera pulang ke rumah.

Ketika melihat merah semangka, si tentara
pun jadi teringat kawannya yang tewas karena
kehabisan darah di medan peperangan.
Ia menjadi sedih dan rindu hingga juga harus
pamit untuk menjenguk kuburan sahabatnya.

Entah untung atau buntung, akulah yang keluar
sebagai pemenang dan tentu saja memperoleh
hadiah utamanya, ketika tampaknya pertunjukkan
sirkus akan dibatalkan karena dianggap kurang
manusiawi dan meninggalkan banyak misteri.

Pengelola sirkus itu telah diseret ke mahkamah
dan di jatuhkan hukuman seberatnya. Namun,
berkat pengacara yang handal, pengusaha itu
berhasil lolos dari ancaman tambang dan sebagai
gantinya ia harus menjadi penjaga kebun seumur
hidup di lahan semangka milik sekolahnya dulu
dekat sebuah kuburan pahlawan revolusi.

Sebagai permintaan maaf, sirkus itu
hanya bisa membayar penggemarnya dengan
binatang-binatang peliharaan mereka.
Hari yang kutunggu akhirnya tiba juga
ketika paket dari sirkus pun kuterima.
Di sudutnya bertuliskan: kami hanturkan
segala maaf, semoga ganti rugi ini tidak
membuat anda semakin rugi.

Kurang ajar sekali kupikir sambil
segera kubuka kemasannya.
Siapa sangka isinya cuma kepiting yang
dari cara melangkahnya ternyata adalah
binatang paling arif di antara semua binatang.


20 November 2008

Labels:

 
Steven menulis pada 23:29 | buka halaman |


0 komentar: