Wednesday
Lapangan udara dan pertemuan
hanya di lapangan udara kita dapat
menerbangkan kenangan, mengucapkan
perisahan dengan utuh dan sempurna
tetapi tak ada kepergian yang tak
rindu berpulang kepada hati, bukan?

hanya di lapangan udara saja kita
menangkap setiap yang akan kembali
ke dalam seluk beluk peluk di dada
sebab kepulangan ini terbayar mahal
lunas sudah: kau tebus pula dirimu

selamat datang, eh,

selamat tinggal. Mana lebih dulu?
barangkali kita sangatlah pesimis
dengan perjumpaan yang selalu cuma
menorehkan luka panjang: tanda mata
bagi perpisahan kita selanjutnya

tiada yang lebih baik dari tangis
perpisahan, katamu, yang sanggup
memadamkan duka dan murka di hati
dan menumbuhkan rindu yang selalu
mengantar engkau kembali kepadaku


13 Januari 2010
 
Steven menulis pada 12:23 | buka halaman |


0 komentar: