Tuesday
Catatan
engkau peluk erat kembali pula
buku tebal itu pada dadamu agar
tulisannya boleh mengerti tentang
ketakutan yang berdetak di rusuk
sebelah kiri tubuhmu

tentu saja, buku itu sudahlah tua
dan banyak sekali bercak duka,
noda airmata hingga gambar sampulnya
tak lagi terlihat. kuterka seperti
stasiun kereta yang sudah lama tutup

seperti stasiun tua di mana engkau
berdiri sekarang. terhirup kembali
sisa-sisa gerimis pada hari itu
ketika engkau meninggalkan tempat ini
sambil menundukan kepala

memalingkan wajahmu dari langit,
dari segala dunia lalu hanya engkau
buka kembali bukumu itu dan dengan
sebuah pena engkau tambahkan terus
apa yang telah berpisah lagi dari dirimu


28 Oktober 2008
 
Steven menulis pada 23:08 | buka halaman |


1 komentar: