Friday
Halte (Dongeng)
"mungkinkah yang kita nanti
sesungguh benar pernah ada?"
engkau berpaling dengan mata
terpejam tanpa sepatah suara
(seketika sepi pun bangkit,
yang terlihat hanya hitam
makin pekat di lintasan ini)

mengapakah terangan kembali
kenangan? padahal kita hanya
ingin singgah ke dalam sebuah
perjalanan yang tentram sambil
mengira kalau masa lalu itu
hanyalah sebagian kecil dari
dongeng yang diperani sendiri

"aku mau jadi Cinderella saja"
(seketika sepi pun terpana
sambil membayangkan seorang
pangeran kehilangan dan
tersekap di sebuah halte bus)
"mungkinkah yang kita nanti
sesungguh benar pernah ada?"


26 Desember 2008
 
Steven menulis pada 00:26 | buka halaman |


2 komentar:


  • At 26/12/08 01:50, Anonymous Mooya

    HAhahaa... Keren style puisi gw. Gw mah kalo mo tulis puisi arus blajar bahasa dulu. Wuakkaa.. Gw baca aja kurang ngerti xD

     
  • At 26/12/08 01:51, Anonymous Mooya

    Ehh gw slh tulis.. Maksud gw "keren style purisi loe".. Hahaha.. Sori2, gw udah kbnyakan tugas mpe tulis pun kaco.. WUakaka