Wednesday
Kisah Semalam
05.04.2006


Sore itu belum juga ia bereskan
mandinya, merapikan semangatnya
yang berceceran di lantai di
antara kamar realita dan kamar
mandi.

Senja begitu semrawut. "Mengapa
belum habis juga mandimu? Padahal
ingin sekali-sekali aku terkagum
oleh tubuhmu yang molek sehabis
mandi, sambil kugoda: aduh, gadisku
sudah makin cantik dan menawan."

Senja pun melengos pergi begitu
saja, meninggalkan gadisnya yang
diam-diam suka terpesona oleh
senyuman senja.

Mandi sudah selesai dan sukses.
Gadis begitu senang dan bahagia.
Dengan gagah ia melangkah
ke kamar mimpi. "Permisi ranjang.
Permisi selimut. Permisi bantal,
guling, teddy bear, spongebob,
mashimaro dan kawan-kawan.
Aku sekarang mau tidur, ngorok."

Malam semakin meningkat
dan keributan mulai digelar.
"Eh, lucu juga, katanya mau tidur
tahunya malah dengerin dengkuran
radionya yang semakin tua dan pikun,"
kata spongebob. "Ah, paling lagi
kangen. Biasa. Suka gila sendiri,"
jawab mashimaro. Tedy bear sangat
pendiam dan tak pernah protes
kalau sahabat-sahabatnya
sudah mulai bawel.

Gadis termangu menunggu kekasihnya
mengirim salam: selamat tidur sayang.
 
Steven menulis pada 18:09 | buka halaman |


0 komentar: