Wednesday
Yang Tak Bisa Lelap
06.09.2006


Bantal guling kau rawat dalam
kamar tanpa pintu dan jendela.

Dibangunkan engkau tiap pagi
dan mereka jaga khusyuk
rahasia tidurmu.
 
Steven menulis pada 19:14 | buka halaman |


3 komentar:


  • At 7/9/06 08:43, Anonymous apandi

    ... terlalu abstrak, dik. berulang kali kubaca, masih tak mengerti - mencabarku.

     
  • At 7/9/06 12:29, Blogger hasan

    Bagi saya bantal guling adalah metafora untuk orang yang amat dekat dengan kita. Orang yang harus kita beri perhatian dengan cara kita di rumah kita sendiri. Kamar tanpa pintu dan jendela? Maknanya, kalau kita mencinta, jangan terlalu sering pergi dan melongok keluar. Orang dekat, adalah mereka yang saking dekatnya, maka dia tahu rahasia khusyuk tidur kita. Seakan ketika tidur dia tak pernah lelap. Tentu ada masalah dengan penafsiran seperti ini. Seperti kata Tardji ketika membaca sajak SDD. Pembacalah yang membawa makna ke dalam puisi. Mestinya, katanya, puisi itu sendiri menyaran makna, dan merangsang tafsir dari pembaca. Bagi saya, apa sajalah, sama asyiknya. - HAH

     
  • At 9/9/06 10:57, Anonymous apandi

    terimakasih hasan atas penjelasannya. nampaknya, kreativiti saya masih lemah. dan buat adik steven - syabas!