Thursday
catatan sketsa #03
Menjodohkan Kata
PERNAHKAH ketika ingin menulis puisi, kita malah tak dapat menemukan kata yang pas walaupun telah kita bongkar semua daftar kata? Kurasa yang kau butuhkan adalah bersabar, lalu cobalah berdamai kembali dengan kata-kata. Kita kenali lagi pendirian mereka masing-masing hingga kata-kata pun kembali mempercayaimu sebagai teman baik. Dari situlah kau boleh mulai menjodoh-jodohkan mereka dan mereka tentu akan menjadi pasangan serasi berkat pengenalan yang telah kau selami.

Marilah kita tengok beberapa puisi teman-teman yang telah berhasil menjodohkan kata:


Tapi,
mungkinkah kau lupa bahwa selalu kuletakkan kunci pintu belakang
itu pada lubang angin segitiga itu? Kau boleh mampir kapan saja.
Seperti saat sebelum hari pertama dari hari ini.


Setoples Peta dan Sajak Kadafer
Milka Basuki


stasiunstasiun kenangan
dipancangkan
di vena dan arteri
suatu waktu terlepas
rubuh menimpaidentitas
dan kita amnesiasepenuhhati.
Sudut Dunia
Rya Yunnianto


Pembentukan kata yang hebat, bukan? Tekunlah mengenali kata, sehingga kita akan dapat menghasilkan kata baru yang tak hanya berhasil menyampaikan maksud hati paling dalam, tapi juga dapat menantang logika--di sini penyair bermain--. Dengan perbekalan yang kuat inilah, kita dapat terus menjelajah ke rimba puisi yang lebih dalam.

Ayo, kawan…

Labels:

 
Steven menulis pada 19:42 | buka halaman |


1 komentar:


  • At 18/8/06 16:51, Anonymous HAH

    STEVE, hanya modin yang baik yang tahu soal perjodohan kata. Dan kamu saya kira bukan hanya modin pencatat pernikahan kata. Kamu juga adalah seorang konsultan penasihat perkawinan. He he he. Sudah ketemu jodohkata di kota yang mengagungkan kelajangan itu?