Friday
Ruang Runding #01
Kata atau Cara?
Aku hendak bertanya:

Manakah yang lebih baik, mengenal seratus kata atau seratus cara untuk menulis puisi?

Untuk berunding dan memberi alasan, hampiri segera layanan komentar dibawah ini. Pertanyaan ini juga akan dipertanyakan langsung ke beberapa penyair dan hasil yang memuaskan akan saya muat nanti.


31 October 2008

Labels:

 
Steven menulis pada 17:46 | buka halaman |


7 komentar:


  • At 1/11/08 00:41, Anonymous Anonymous

    Seratus Cara

    perlukah mengarung seratus langkah
    hanya demi serimbun keindahan
    dan jika telah sampai di teduhnya
    masihkah kita menerawang pada setapak lain

    tak lebih dari menutup mata
    lalu berlayar bersama seratus kata
    tanpa terganti dengan seribu cara

     
  • At 1/11/08 16:19, Blogger dewi.penyair

    seratus kata bagiku lebih baik,
    cara tanpa gelimang kata,
    adalah hal yang tidak bisa bekerja dengan baik.

     
  • At 2/11/08 00:47, Anonymous Anonymous

    ketika hendak menulis puisi, kalau punya kata tapi tak punya cara memuisikannya, maka puisi tidak akan pernah lahir. kalau tak punya kata tapi punya cara, maka puisi pun tak akan. hendak diucapkan dengan apa cara mengucapkan itu? jadi ini pilihan yang bukan pilihan.

     
  • At 2/11/08 03:07, Anonymous Anonymous

    katanya yg jadi soul sebuah puisi itu adalah 'kata' itu sendiri...

     
  • At 3/11/08 23:50, Blogger Bernard Batubara

    • tentu tak bisa kata:cara 100:0 atau 0:100 •

    -perlu satu kata 'cinta' saja untuk melukis atau menyampaikan berjuta bentuk perasaan yang bisa sangat beragam (senang, sakit, rindu, luka, sepi, warna, kelam). bagaimana? dengan seratus cara-

     
  • At 6/11/08 15:42, Anonymous Anonymous

    dengan seratus kata, berarti kita hendak menggiring puisi ke dalam kekakuan,hal yang sangat dibenci puisi. tapi dengan seratus cara, rasanya terlalu banyak untuk diuraikan satu persatu. aniway no problem if you can do it....

     
  • At 14/1/09 18:46, Blogger Kopi Dan Tembakau

    Kata adalah hal yang paling substantif dalam puisi. Karena itu, seratus kata kemudian menjadi hal yang tidak perlu diperdebatkan lagi, ibarat tentara yang harus punya senjata.
    Yang paling baik justru menurut saya seratus cara dalam menulis puisi. Saya sendiri menganggap puisi adalah media untuk mendekati "kehidupan". Tentu tiap orang punya caracaranya sendiri untuk mendekati "hidup" yang ia telah definisikan secara personal.
    Se- ribu, puluh ribu, ratus ribu, juta- katakatapun tak berguna apaapa ketika hanya ada satu cara. Bukankah hidup (baca: kata) lebih bermakna ketika tidak hanya satu warna (baca: cara).